Batas Usia Menonton Bioskop
Tuesday December 05th 2006, 10:24 pm
Filed under:
Heart beat
Dimuat di KCM Surat Pembaca
Melanjutkan salah satu surat pembaca mengenai batas usia menonton bioskop. Saya pikir, pengelola bioskop sudah seharusnya menerapkan batasan umur dengan tegas. Pengalaman saya di luar negri, pengelola bioskop dengan tegas meminta kartu identitas untuk mengecek umur pembeli tiket yang dicurigai.
Saya tidak tahu film-film bioskop ini termasuk kewenangan KPI atau lembaga pemerintah yang lain. Tapi menurut saya, sudah seharusnya pemerintah berlaku tegas dalam hal ini. Dalam pengamatan saya, banyak orang tua yang menyepelekan dampak negatif dari tayangan film dewasa bagi anak-anaknya. Banyak yang menganggap film itu adalah hiburan bagi segala umur. Padahal di dalam film banyak hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat orang-orang yang belum cukup umurnya.
Polisi tanpa modal = koboi
Friday November 24th 2006, 12:08 am
Filed under:
Heart beat
Mulai tadi pagi, jalan Gatot Subroto mulai dari sekitar senayan sampai semanggi disosialisasikan kebijakan pengendara motor harus berada di jalur paling kiri.
Yang lucunya, polisi mengsosialisasikan hal ini dengan cara yang sangat tidak elegan, bahkan berbahaya bagi keselamatan polisi sendiri. Para polisi berdiri di tengah2 jalan (bahkan sampai lajur paling kanan) memberi tanda supaya motor masuk ke jalur paling kiri. Motor-motor polisi yang besar itu diparkir begitu saja di antara lajur kiri pertama dan kedua. Memang keluar dari jembatan senayan, ada digunakan pengeras suara untuk memberitahukan hal ini. Tapi hal ini tidak cukup.
Akibatnya dirasakan polisi sendiri, salah satu motor polisi itu tertabrak oleh pengendara motor, sehingga kotak yang nempel di kursi belakang motor polisi, rusak cukup parah. Untungnya tidak ada polisi yang tertabrak!
Seharusnya sosialisasi dilakukan tidak mendadak, juga melibatkan media. Beberapa spanduk besar yang membentang harus dipasang di beberapa mulut jalan berlakunya kebijakkan itu. Kerucut pemisah jalur/jalan harus dipakai, daripada menggunakan motor polisi yang besar di tengah-tengah jalan.
Mungkin ini hanya uji coba. Tapi biar bagaimanapun, kalau caranya seperti ini, hanya bermodalkan tubuh polisi dan motor polisi di tengah jalan, jangan heran timbul korban lain karena kecepatan kendaraan cukup tinggi, minimal 50km/jam.
Polisi kok seperti koboi di tengah jalan…?
Tayangan TV
Friday November 24th 2006, 12:06 am
Filed under:
Heart beat
Dimuat di KCM Surat Pembaca
Saya sangat prihatin dengan tayangan TV di Indonesia yang tidak berkualitas. Mengharapkan stasiun TV untuk memikirkan akibat tayangannya yang dapat berdampak pada penonton, sepertinya seperti upaya menyaring angin. Perusahaan stasiun TV sudah pasti hanya memikirkan keuntungan sebagai sebuah perusahaan. Misi utama sebuah perusahaan adalah keuntungan. Urusan lain, ada di urutan kesekian.
1. KPI harus lebih tegas dalam menentukan batasan-batasan jam tayang atas siaran tertentu. Pelanggaran-pelanggaran harus diberi sangsi tegas. Tidak perlu sampai ijin penyiaran dicabut. Tapi melalui denda per hari yang sangat besar sudah cukup. Dan melalui denda, maka pemerintah mendapat keuntungan juga.
2. Para orang tua harus membuka mata. Banyak sekali tayangan TV yang tidak cocok untuk anak-anak. Bukan hanya smackdown, sinetron-sinetron, bahkan sinetron religius juga banyak yang tidak cocok untuk konsumsi anak-anak. Film kartun juga banyak yang tidak cocok untuk anak-anak. Tanggung jawab tontonan anak-anak ada pada orang tua! Bukan pemerintah, stasiun TV, orang lain, atau bahkan pembantu atau suster. Ganti acara menonton TV dengan kegiatan-kegiatan antara orang tua dan anak yg sangat bermanfaat.
3. Edukasi terhadap orang tua harus senantiasa dilakukan pemerintah, maupun sekolah-sekolah tempat anak bersekolah. Sosialisasi mengenai TV dan dampak2nya harus ditayangkan di media dan TV juga, supaya para orang tua sadar, bahaya dan pentingnya tayangan yang cocok buat anak-anak.
Bayangkan jika satu generasi bangsa Indonesia hancur…
Busway dicinta dan dicerca
Thursday June 22nd 2006, 11:43 pm
Filed under:
Heart beat
Seperti yang termuat di Surat Pembaca KCM
Sejak adanya Busway, banyak orang yang merasa tertolong dengan adanya bis ini, tidak macet, cepat dan full AC. Tapi lalu ada kejadian dimana Busway menabrak pengendara motor, orang yang menyeberang jalan. Dan orang mulai ramai-ramai memprotes pengemudi yang sembrono, kebut dan rem mendadak. Juga fasilitas Busway yang kurang terawat dan belum terbangun dengan lengkap. Semua kritik dan protes itu lumrah saja adanya, untuk meningkatkan pelayanan Busway. Terutama mengenai supir supaya mengemudi dengan standar kecepatan yang aman dan nyaman buat penumpang.
Namun ada satu yang agak aneh. Yaitu soal tertabraknya pengguna jalan lain. Kalau diteliti dengan cermat, sebetulnya yang melakukan kesalahan adalah orang-orang yang tidak berdisiplin dalam menggunakan jalan raya. Baik pengendara motor yang sesuka hati masuk jalur busway, sesuka hati memotong jalur busway untuk memutar, tanpa mau mengerti bahwa jalur Busway memang diutamakan (bukan lebih penting). Banyak penyeberang jalan yang sesuka hati menyeberang bukan pada tempat penyeberangan dengan alasan malas, jauh atau apapun juga. Kebanyakan kasus, memang supir bis tidak sempat mengerem, bukan karena mau menabrak. Silahkan dicoba mengendarai dengan kecepatan 50 km per jam, dan coba lakukan pengereman maksimal, dan lihat sejauh mana anda berhenti total. Tidak mudah bukan?
Masyarakat harus bersikap objektif dan introspeksi dalam menilai kasus, supaya tidak menghakimi. Pemerintah juga harus sungguh-sungguh menegakkan disiplin pengguna jalan raya, demi keselamatan pengguna jalan!
Flyover Pesanggrahan
Thursday June 15th 2006, 9:39 pm
Filed under:
Heart beat
Seperti yang termuat di Kompas Cyber Media:
15/06/2006
Flyover Pesanggrahan
Saya setiap hari melalui flyover Pesanggrahan. Dalam hati cukup senang ketika dibangun flyover yang baru untuk menggantikan jembatan lama yang terlalu sempit.
Ketika beberapa minggu yang lalu jembatan lama ditutup dan dibuka jembatan yang baru, saya terkejut karena flyover yang baru itu sudah dibuka untuk umum dengan kondisi yang menurut saya tidak layak pakai.
Tidak layak pakai karena pekerjaannya belum selesai, tapi juga tidak ada lagi yang mengerjakan. Contohnya, beton pembatas jembatan yang masih belum rapi, belum ada lampu penerang dan yang lebih parah adalah kondisi jalannya yang masih berbentuk beton atau semen yang kasar sekali, alias tidak mulus. Bahkan antara sambungan jembatannya, masih terdapat renggang.
Saya rasa, flyover ini akan diberi lapisan aspal pada akhirnya, tapi yang disayangkan kenapa harus dipaksakan menggunakan flyover yang baru dengan kondisi jalan yang belum jadi.
Kalau terjadi kecelakaan motor, dapat dipastikan pengendara motor akan lebih parah lukanya, akibat lapisan beton yang kasar sekali. Proyek yang menghabiskan dana Rp 20 miliar ini belum menyelesaikan jembatan dan terowongan yang layak pakai.
Eddy (payahnih AT hotmail.com)
Jakarta Barat
Nasib pengendara motor (jalur motor)
Thursday October 06th 2005, 3:36 am
Filed under:
Heart beat
Betapa malangnya nasib pengendara motor di kota Jakarta yang diharuskan menggunakan jalur khusus motor digabung dengan bis. Pihak berwenang, khususnya Gubernur Sutiyoso, tampaknya tidak memperdulikan suara2 yang keberatan dengan ide ini.
Tujuan jalur khusus ini, untuk mengurangi kemacetan, sebetulnya sama sekali tidak tepat. Karena yang lebih menyebabkan kemacetan adalah angkutan-angkutan umum seperti patas, mikrolet, dll yang berhenti sembarangan di tengah jalan. Kenapa pihak berwenang tidak pernah mempunyai keberanian untuk menindak pengemudi angkutan umum? Kenapa pengendara motor yang harus dijadikan korban? Hampir tiap hari saya melihat bis berhenti di lajur tengah pada jalan sudirman, tidak jauh dari gedung polda metro jaya.
Saya tantang para pejabat, khususnya Gubernur Sutiyoso, untuk menggunakan motor setiap hari. Selain lebih hemat BBM, hemat waktu, juga supaya turut merasakan kendala yang dialami, dan bisa mengerti penderitaan pengendara motor yang di anak tirikan; terutama turut merasakan menghirup asap hitam yang dikeluarkan bis didepannya.
Solusi yang tepat dan efisien sebetulnya adalah, tindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan motor, baik motor, mobil, ojek, maupun angkutan umum; baik dikendarai polisi, TNI, rakyat biasa, pejabat maupun jenderal sekalipun. Beres!
Dimuat di Kompas Cyber Media, pada tanggal 6 Oktober 2005 dengan judul Nasib pengendara motor
Penutupan Ragunan
Thursday September 22nd 2005, 9:37 pm
Filed under:
Heart beat
Berikut ini adalah komentar, setelah membaca artikel detik.com Tangani Flu Burung, Pemerintah Jangan Bak Kebakaran Jenggot
Menurut saya, penutupan kebun binatang Ragunan yg dilakukan pemerintah, sudah tepat. Bahkan setelah penelitian dengan tepat, kalau benar flu burung sudah menyerang burung-burung di Ragunan dan daerah lain, perlu dilakukan penutupan/isolasi lebih lagi, sampai benar-benar bebas flu burung.
Pendapat pakar kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan-IPB drh Heru Setijanto, yg menyebutkan pemerintah tergesa-gesa dalam hal ini, justru kelihatannya yang tergesa-gesa dan kebakaran jenggot adalah pakar ini. Jangan hanya bisa mengkritik, penutupan dan kondisi KLB tanpa bisa memberi solusi yang pasti.
Untuk masalah kesehatan, apalagi penyakit yang baru dan belum ada obatnya, tidak pernah ada kata tergesa-gesa untuk mencegah. Lebih baik waspada dan mencegah, daripada membiarkan masyarakat tertular penyakit berbahaya. Yang perlu pemerintah lakukan lebih lagi adalah, memberitahukan kepada masyarakat secara detil dan transparan, akan masalah flu burung yang menyerang kita dan mengenai korban-korban yang diduga terkena flu burung. Juga, koordinasi antar departemen perlu lebih ditingkatkan.
Baru kali ini, saya melihat pemerintah melakukan tindakan nyata untuk mencegah penyakit menular lebih jauh lagi. Daripada para pejabat yang tidak tahu secara detil, hanya bergombal bahwa daerah kita aman dari penyakit, aman dari ini, dari itu. Masyarakat harus didewasakan, untuk menerima kenyataan pahit dan siap melakukan pencegahan lebih lanjut, jangan seperti anak kecil yang ditenangkan selalu dengan menutupi adanya kemungkinan buruk!
PS: Tulisan ini sudah dimuat di Kompas Cyber Media pada tanggal 23 September 2005, dengan judul Penutupan Kebun Binatang Ragunan
Terlambat
Thursday July 07th 2005, 1:36 am
Filed under:
Heart beat
Pemerintah akan merilis kebijakan hemat BBM. Saya tidak tahu pemakaian BBM terbesar dipakai oleh siapa dan untuk apa. Tapi dilihat dari krisis yg terjadi, kelangkaan BBM terjadi pada premium. Berarti transportasi memakan porsi yang sangat besar.
Kalau kebijakan pemerintah adalah menghemat pemakaian BBM untuk transportasi, saya tidak tahu bagaimana bisa dilakukan. Apakah kita dianjurkan untuk naik sepeda? Ataukah beralih naik motor bebek yg hemat? Ataukah naik angkutan umum? Kalau untuk naik angkutan umum, sepertinya akan susah, karena kualitas angkutan umum kita yg hancur dan jelek. Mungkin tidak akan ada yang rela naik bis umum, akibatnya mungkin krisis BBM akan melumpuhkan kegiatan kita semua.
Transportasi umum kita terlambat puluhan tahun. Hemat BBM juga terlambat puluhan tahun. Kita serba terlambat.
Komisi VIII & Pak Roy malu-maluin
Thursday June 16th 2005, 5:21 am
Filed under:
Heart beat
Sungguh aneh Komisi VIII DPR-RI memanggil Artika mengenai keikut sertaan dia di ajang Miss Universe. Sepertinya, tidak ada urusan yang lebih penting yang bisa di urus oleh komisi VIII. Yang lebih konyol, teguran oleh Anshori, wakil dari PKS yang menanyakan foto telanjang Artika dalam kontes Miss Universe. Ia juga menegur Wardiman dari Yayasan Puteri Indonesia dengan berkata “Ini yayasan untuk putri, kenapa yang memimpin putra?” (berita detik.com)
Sungguh, teguran yang tidak berbobot oleh wakil rakyat yang sudah seharusnya berpengetahuan luas dan bijaksana. Jelas pada akhirnya, foto tersebut adalah foto rekayasa. Kenapa Artika harus dihakimi sedemikian rupa, seperti seorang wanita yang sudah berzinah dan harus dirajam dengan batu?
Dan apa hubungannya jenis kelamin Pak Wardiman dengan kepemimpinannya dalam YPI? Apakah komisi VIII yang juga membidangi pemberdayaan wanita dipimpin oleh wanita? Apakah komisi ini mengerti masalah pemberdayaan wanita Indonesia yang ditindas hak-haknya “diperdaya” oleh pria-pria yang sok berkuasa dan tidak bisa menguasai hawa nafsunya sendiri?
Roy Suryo juga sudah hilang kredibilitasnya dengan menjamin bahwa foto bugil Artika adalah asli (berita detik.com). Apakah Roy sudah menyelidiki dengan teliti dan secara pembuktian ilmiah? Kalau belum, tidaklah pantas Roy Suryo mengucapkan sesuatu yang dapat merusak nama baik dan masa depan seorang wanita Indonesia tanpa bukti! Saya menganjurkan agar Bapak Roy Suryo jangan dipakai lagi sebagai saksi ahli dalam kasus2 sejenis/IT, karena sudah jelas ia tidak ahli.
H+1 (landing)
Akhirnya pesawat sudah hampir tiba di Jakarta. Oh iya, di dalam pesawat ada juga 1 TKI wanita yang sakit, jadi heboh juga. Mendekati Jakarta, rasanya lama sekali… menurut waktu di layar, 15 menit lagi menuju tujuan, tapi pesawat belum juga terbang rendah. Sampai akhirnya detik menunjukkan 00:00, pesawat masih terbang, ga lama kemudian baru pesawat turun. Akhirnya…
Saya cepat2 keluar, karena takut imigrasinya ramai, dan saya dapat antrian pertama di imigrasi
tinggal ambil koper saya deh. Tunggu ditunggu, akhirnya koper saya nongol juga, dan supir kakak saya yang menjemput saya sudah menunggu. Sesampainya di rumah, saya melihat anak saya… wah mukanya beda banget, dan dia juga cukup bingung melihat saya. Tapi masih mengenali saya, waktu saya suruh cium papi, dia masih mau…:)
Leganya sudah tiba di rumah dan berkumpul dengan istri dan anak…. senangnya….. istirahat beberapa jam, sorenya sekitar jam 4 lewat, saya harus ke rumah mama saya, mengambil motor saya karena besoknya saya sudah harus kerja.